Rasa tersentuh lmbut oleh ukiran yg menyayat,,
Tertawa di atas air yg mengalir,,
Mungkin terjawab iya saat kepala mengangguk,,
Kenapa selalu dibalik berselimut mendung,,
Cuma aku yang tersenyum sendiri,,
Aku hanya bisa tersenyum lagi,,,
Lagi-lagi aku tersenyum bukan pada waktunya,,
Aku diam bukan tak bergerak,,
Hanya saja tak terarah apa yang seharusnya tertuju,,
Apa?? Siapa?? kapan?? kenapa?? dimana??
Hanya aku, aku dan aku,,
Bagaimana seharusnya kupasang diri??
tersenyum? biasa? sedih atau bahkan kusemburkan air hati??
Sekali lagi aku bilang hanya aku,, :(
(Priyo Prillangga)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar